SAYEMBARA
Squatter area adalah kawasan permukiman kumuh yang berdiri di atas suatu lahan tanpa hak guna yang sah. Faktor utama yang mendorong terlahirnya squatter area adalah karena prematurnya proses urbanisasi yang terjadi pada suatu kota. Tingginya kebutuhan hunian, sempitnya lahan, dan mahalnya biaya sewa lahan mencetuskan ide nakal masyarakat sebagai bentuk adaptasi dalam bertahan hidup di tengah hiruk pikuk kota. Keberadaan kawasan permukiman seperti ini menimbulkan banyak perkara baik dengan dampaknya pada lingkungan, sosial, budaya, hingga perekonomian satu atau banyak pihak. Kekhawatiran ini mendorong pemerintah kota dalam melakukan suatu upaya penataan demi terintegrasinya fungsi lahan kota. Namun sayangnya, penggusuran seperti menjadi satu-satunya cara untuk mewujudkan kota yang tertata. Masyarakat tergusur, dengan kelekatannya pada hunian yang tinggal puing-puing berbisik dalam tangisnya, mengharap lantai dan atap baru bagi sanak familinya. Sayembara Desain Arsitektur Archevent 2019 ini mengangkat permasalahan bagaimana mendesain suatu hunian yang sesuai bagi masyarakat pasca penggusuran. Hunian yang diharapkan dapat memecahkan permasalahan keterikatan masyarakat tergusur terhadap hunian lamanya.
ALUR PENDAFTARAN
MAMPIR SEJENAK HUNIAN TRANSIT INSTAN
BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK PEREMAJAAN KOTA